Kerapuhan ini semakin brutal, menghempasku hingga tersungkur tepat di sudut lemari tua dengan selimut keputus-asaannya.
Memuntahkan isinya yang berisi kekecewaan Desember sebelumnya. Buku Hitam masa lalu kelam, yang sengaja tidak kumusnahkan sebagai pengingatku untuk melengkapi akhir ceritanya yang masih ambigu, suatu saat nanti.
Tapi Desember ini dan Desember sebelumnya sepertinya cukup bersahabat. Ya, kompak sekali dalam menciptakan sebuah drama sendu yang harmonis lalu menghidupkan kembali memori lama yang seharusnya masih tersimpan rapat.
Desember ini terlalu cepat bagiku untuk menyelesaikan tugasku. I’m still too young for fighting tonight…and not ready to hold my tears.
