Tampilkan postingan dengan label #d'un poésie. Tampilkan semua postingan

-

No Comments »



Tuhan, apakah lagi-lagi aku harus berkorban?
Mengorbankan waktu dan perasaan demi kesenangan orang lain yang aku kasihani?
Apakah masih berguna menghibur orang yang akan pergi?


l'honnêteté

No Comments »

Je ne peux pas mentir
Car je ne suis pas le menteur
Mais je ne suis pas l'honnête personne

Le point, ca me blesse beaucoup si tu es malhonnête

Dua Kali

No Comments »




Tuhan, sudah berapa kali aku bilang padamu
AKU TIDAK BUTUH SIAPAPUN
AKU HANYA BUTUH KAMU
AKU TIDAK BUTUH MEREKA

Sampai kapan kita terus saling berdiam
Luangkan waktumu untuk temani aku
Dampingi aku hingga semua kugenggam
Jangan percayakan orang lain untuk menemaniku

Senyum licik mereka membuatku getir
Dan bagaimanapun juga, Engkau yang ahli
Aku lelah bermain dengan yang amatir
Yang bermain dengan setengah hati 

Could you help me?

No Comments »

Hey you!
Could you help me?
I've been watching you for a long long time. I wonder how you can do it all. Are you a human? I can't believe that. I know that's so hard for an ordinary human.
Can you tell me your brilliant way "How you can taste an Ice Cream Chocolate whereas you admire Ice Cream Vanilla?" 
I really wanna knows till now. I love ice cream chocolate but it doesn't mean i can taste it forever. Maybe someday or tomorrow i'll lost Chocolate or Chocolate gonna be leaving me. So i must try even make my self loving Vanilla too.


Penyesuaian

No Comments »


Tidak seharusnya memprioritaskan sebuah ego.
Biarkan saja cerita yang sudah ada sejak lama terus mengalir.

Aku tidak berhak memotong jalan cerita itu semauku.
Dan aku tidak berhak untuk mengubah cerita yang ada.
Aku hanyalah sebatas Figuran.
Pemegang peranan yang tidak penting, dalam ceritamu.
Menjadi Figuran kadang menyedihkan
Namun tanpa kesedihan ceritamu takkan sempurna.

-Tanpa aku, Kamu takkan sempurna-

Titik Terendah

No Comments »


Akan ada saat dimana Raga menyerah untuk berjuang
Ketika itu Roh mati-matian membujuk Raga untuk tetap kuat
Akan ada saat dimana Roh menyerah untuk berjuang
Ketika itu Raga sekuat tenaga membangkitkan Roh
Akan ada saat dimana Raga dan Roh menyerah untuk berjuang
Ketika itu titik terendah menancapkan nisan dan menaburkan bunga 

Thanks Lord

No Comments »



Hari ini, Engkau menyudahi semuanya
Kau tahu jika aku sempat lelah dan penat
Kau tahu aku sedikit jengah bergelut dengan omong kosong
Namun apa boleh buat
Omong kosong adalah tempat tinggalku sejak lama
Engkau mengajakku menaiki biang lala untuk refreshing
Satu-satunya tempat dimana aku bisa melihat semua omong kosong dari atas
Termasuk melihatnya diantara kumpulan omong kosong
Dia yang paling bersinar balas melihatku dari bawah sana
Menyunggingkan senyum kemudian melambaikan tangan
Dengan spontan aku ikut melambaikan tangan kearahnya
Kami terus melambai-lambai dan dia mengitari biang lala
Tidak lama kemudian biang lala berhenti berputar
Engkau bilang padaku,“Hiburanmu sudah selesai, kembalilah”
Itulah saatnya berganti giliran karena tidak hanya aku yang butuh hiburan
Aku bergegas turun lalu mencarinya, yang sedari tadi melambaikan tangan
Namun dia telah lenyap 

Mencari omong kosong diantara omong kosong bukan perkara mudah
Atau mungkin itu bagian dari hiburan pelipur lara
Yang takkan dapat dilihat kecuali dari atas biang lala

Bagaimanapun juga, Terima Kasih Tuhan.. 






Hitam Putih Abu-abu

No Comments »

Kamu terlalu putih sedangkan aku hitam
Tidak mungkin aku menyebrangi dunia putihmu
Sampai kapanpun aku tetaplah hitam 
Tentu tidak akan pernah menjadi putih sepertimu

Jika keadaan memaksa dan terus memaksa
Dan kamu pun ikut mendorongku 
Yah...paling tidak hitamku berkurang sekenanya
Aku si hitam yang luntur menjadi abu-abu 

Last Request

No Comments »

This is my last request
Which so simple and easy

This is my last request
Everybody can do it

This is my last request
And please listen me now

This is my last request
See my eyes then promise

That you will forget me as soon as fucking possible



Jika

No Comments »



Jika diam adalah caramu mencintaiku,
Akan aku pandangi wajahmu sampai aku bosan
Jika pergi adalah caramu mencintaiku,
Akan aku kuberi jalan untuk kau lewati pintu ini
Jika tak kembali adalah caramu mencintaiku,
Akan aku tutup jendela ini hingga ,musim dngin berakhir

Jika saja..Jika saja..
Akan aku..Akan aku..
Tidak lelahkah kita terus berandai-andai?
Ada baiknya kita benar-benar saling memunggungi saja




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Blogroll

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Popular Posts

Search This Blog