Rerumputan yang kita pijak hanya bisa pasrah.
Telaga sunyi pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Kita bebas disini, saling melumat penuh kasih. Menuju sebuah “tempat ajaib” yang hanya bisa ditemukan saat mata kita terpejam. Disanalah kita mengutarakan rasa yang sulit diraba oleh perasaan, rasa yang tak bisa dilihat oleh mata telanjang.
Aku melukiskan rasa haru yang kelamaan dialiri air mata penuh kerelaan, dan Kamu mendengarkan dengan mimik antusias. Dalam durasi yang terhitung lama, Hingga salah satu dari kita kelelahan bahkan sama-sama kelelahan.
Semuanya tersampaikan, tapi kelegaan tidak akan pernah kudapatkan. Bagaimana mungkin aku bisa melepaskan apa yang telah aku miliki untuk dimiliki orang lain dengan senang hati ?
Rintik hujan petang ini berbisik kepada kami untuk segera menyudahi semua dan menyusuri jalan masing-masing yang tentu saja tidak searah lagi.
Pada akhirnya pertanyaan tadi masih belum terjawab…Hingga saat ini,
