Tanpa membaca, aku tidak dapat menulis. Tanpa menulis, aku tidak dapat berpikir. Tanpa berpikir, aku tidak dapat mengenalimu. Tanpa kamu, aku tidak pernah tau apa itu kesedihan.
Ya, kamu selalu hadir dalam kehidupanku berbalut rasa sakit dengan sahabat baiknya, yaitu kesedihan.
Kesedihan yang menyihirku sehingga lupa pada kebahagiaan. Saat kebahagiaan datang menghampiriku, akupun memanggil kesedihan dan bersembunyi dibalik punggungnya sambil sesekali melirik kebahagiaan.
Entah mengapa aku menjadi takut akan kebahagiaan, Mungkin aku sudah terbiasa menyatu dengan kesedihan, kamu.
