Jingga di Kala Senja

Senja ini lain dari biasanya. Redup, senyap merajut ilusi seakan mengikuti suasana hati beberapa orang yang kalut.

Semua perlakuan dari lingkungan eksternal berupa hinaan, penindasan, pembodohan, dan saling menjatuhkan mungkin masih sanggup aku terima dengan sedikit lapang dada walaupun aku sering sekali menggerutu bahkan mengumpat.

Namun 1 hal yang luar biasa sulit untuk aku tahan. Jingga mulai memudar dari senja, satu per satu bintang mulai menggantikan.

Sial, air mata terus mengalir. Bahkan tetap mengalir ketika aku menulis kata-kata tak berguna ini. Aku sengaja memandangi acara humor televisi. Berusaha tertawa melihat adegan sama sekali tidak lucu yang terkadang tidak aku mengerti sama sekali.

Acara televisi ini memang tidak berkualitas atau apakah aku yang tidak m

This entry was posted on Jumat, 04 Januari 2013. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Blogroll

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Popular Posts

Search This Blog