Di setiap sore menjelang senja saat Matahari mulai beranjak pergi, aku mengendap-endap keluar mencoba meneropong dimensi lain.
Itulah saat yang tepat melihat dimensi diantara celah-celah pergantian waktu.
Mencari tahu dan terus menyelami masa depanku nanti. Dengan siapa aku menjalani hidupku nantinya, Siapa penerus generasiku dan Seperti apa kematianku kelak.
Gelak tawa dan senyuman kecil sering tercipta seiring perkembangan imanjiansiku yang fana.
Menjadi sedikit pelipur lara penghias kehidupan nyata yang sulit ditebak.
