Aku Ingin Bermesraan dengan Waktu

Ia cukup setia berdiri disampingku. Menemaniku meski tak pernah kuminta. Selalu ada meski tidak benar-benar kubutuhkan. Tak pernah absen ketika aku benar-benar sendiri. Saat ini ia yang paling aku cintai. Aku yang sering berselisih paham dengan selingkuhanku yaitu dimensi, tapi pada akhirnya ia yang memberikan sari waktu sebagai humus penuh nutrisi untuk menyuburkan lagi hati yang tandus dan kering karena perbuatan dimensi.
Hati yang sekarat berangsur pulih karenanya. Bagiku Ia lebih dari obat. Dimensi hanya sampah penuh limbah kimia yang meracuni hati. Aku tidak ingin menyentuhnya lagi. Tidak akan.


Aku ingin bermesraan dengan waktuku sebagai imbalan. Bisakah kalian semua pergi? Aku ingin sendiri, menunggu waktu. 

Kebaikan kalian yang dibuat-buat. Rasa sayang yang hanya sekedar pura-pura, Perhatian yang berujung “pemanfaatan demi bisnis”, Ketulusan yang sebenarnya terpaksa, Keingintahuan yang mencari sela kekurangan, Rasa iba yang menyimpan gelak tawa dan motivasi yang mendoktrin untuk pesimis, dan pengamatan yang berujung perbandingan, sebaiknya kalian simpan dulu dan berikan padaku ketika aku sudah puas bercengkrama dengan waktuku.

Jangan sedih. Semua akan berjalan seperti biasa, beberapa hari kedepan. Sampai aku puas. Bisakah kalian pergi sekarang juga ?



Tidak Ingin Diganggu,
Pohon Singkong



This entry was posted on Minggu, 17 Februari 2013 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Blogroll

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Popular Posts

Search This Blog