Aku merindukan caramu menyentuh bibirku, memainkan
lidahku dengan gairah.
Bintik-bintik papilla ku menyeringai dan berkata,”kau
sensual”
Angin pun tidak kuhiraukan. Ia tersinggung dan berlalu.
Aku tak peduli.
Aku terhanyut dalam hipnotismu yang beringas.
Mata ini enggan untuk terbuka.
Jiwa didalamnya berfantasi liar hingga logika terabaikan.
Dada ini pun terasa sesak tak ingin bernafas.
Ia takut kehilangan kenikmatan sepersekian sekon ketika
menghirup oksigen.
Cukup dengan satu tanganku untuk menyentuhmu
Dengan rengkuhan teramat lembut nan mantap
Hingga batangan berserakan dipojok kamarku
Pada akhirnya nafas ini terengah-engah
Senyum terukir dengan puas. Kamu hilang entah kemana.
Aku merindukanmu, Paddle Pop Choco Magma.
Akan kukorbankan gajiku untuk menikmatimu lagi
Jangan kecewakan aku nanti malam......
