Aku tidak ingin bicara terlalu banyak denganmu. Karena aku sudah bilang, bahwa aku membencimu.
Kamu bukan lawan bicara yang asyik lagi buatku. Tapi aku ingin sekali menyapamu walau sebentar. Iya, sebentar.
Bagaimana hari-harimu ? Bahagia? Lebih fresh? Lebih Berwarna? Pastinya! :)
Tanpa kamu ceritakan, aku sudah bisa membayangkannya. Tidak lepas dari kata "Berbunga-bunga" kan?
Sebelum aku tahu kamu dimakan temanku dan kamu mempasrahkan dirimu untuk dimakan, kamu pernah bertingkah aneh kan? Berpura-pura tidak mengenalku lalu menghindar. Aku bingung, dan yang aku pertanyakan saat itu hanyalah "Kecelakaan apa yang membuat benturan hebat dikepalamu sehingga kamu menjadi amnesia?" Sampai sekarang aku tidak tahu dan memilih untuk tidak mencari tahu. Itu lebih baik.
Hmm..Tapi tenang, aku selalu ada untukmu kok. Ceritakan saja keluh kesahmu padaku, dan aku akan menjadi
pendengar yang baik. Aku janji :) Pantai ini selalu memberikan hamparan pasirnya sebuah ketegaran untuk menerimamu kapan saja, walaupun ia terpaksa.
Aku akan sediakan secangkir pengertian yang diseduh dengan Iba. Dan sepiring motivasi untuk bangkit dengan toping semangat '45 agar kamu tidak lagi merasa terbuang.
Tapi setelahnya izinkan aku tertawa bersama Tuhan, dihadapanmu.
"Penyesalan yang datang di awal itu lebih tepatnya disebut Pendaftaran."
Note : Jangan kerja terlalu keras, sesekali ambillah cutimu. Ajak temanku itu refrreshing, semoga dia bisa membantumu menghilangkan stres. Juga membantumu menghabiskan uangmu.
Sepulang kerja, tolong sirami bunga mawar dimeja dekat jendelamu. Nanti aku akan mengambilnya, beserta bonekaku jika aku tidak melupakannya.
Sincerely,
Si Bodoh yang Sulit Pintar
