Masih ingat aku kan ? Denis. Anak laki-laki yang pernah melihatmu menangis dalam sebuah tempat rahasia di lorong sekolah beberapa tahun silam. Jika kamu membaca surat ini
mungkin kita mendapat mukjizat dan akan bertemu kembali dalam waktu dekat. Aku
dengar kamu sekarang berada di luar negeri yah. Sesulit itukah kamu
menyembuhkan sakit hatimu sampai kamu pergi sangat jauh. Kenapa kamu tidak
hijrah ke planet lain saja? hahaha.
Aku pernah bermimpi bertemu kamu, Reth. Kamu terlihat
cantik, tapi ada sesuatu yang aneh. Sinar matamu redup dan perlahan mati. Entah
apa yang sedang terjadi padamu. Sampai sekarang aku masih kepikiran kamu Reth.
Apa kamu baik-baik saja ? Kuharap dimanapun kamu berada saat ini, sinar matamu
tidak benar-benar padam. Bagaimana aku bisa melihat jalan hidupku yang selalu
gelap tanpa penuntun dari sinar matamu?
Kapal besar yang angkuh sekalipun kadang tidak berdaya
tanpa mercusuar dengan sepercik cahayanya yang membimbing kapal untuk berlabuh.
Bayangkan jika tidak ada cahaya itu.Kapal itu akan tersesat, bahkan bisa karam.
Reth, Kamu ingin tahu kabar Kelana? Kudengar dia akan
menikah dengan seorang wanita. Dia bukan homo lagi. Tapi aku tidak begitu
yakin, mungkin saja itu hanya kedok. Hehe. Yang sabar ya Reth ;)) Aku tidak
bermaksud mengejekmu. Aku mau rasa penasaranmu tentang dia terkikis.
Kamu tidak sedang tersenyum kan, Reth? Jangan! Aku lebih
memilih kamu menangis daripada tersenyum. Karena kamu paling rapuh ketika
tersenyum. Aku ingin kamu membagi tangisanmu padaku. Sesekali buatlah aku
menjadi berguna buatmu Reth.
Topengmu cukup banyak untuk menutupi perasaan yang kamu
rasakan selama ini. Ngomong-ngomong kamu beli topeng-topeng itu dimana ? Aku ingin
memilikinya satu buah. Agar aku bisa mengenakannya saat kita bertemu nanti
Reth.
Dalam Perjalanan,
Muhammad
Denis