Bagaimana 4 bulan mu belakangan ini? Merasa lebih baik atau buruk? kurasa masih buruk, tapi aku yakin lama kelamaan kamu akan jauh lebih baik :)
Oia, masih memperhatikan nilai dan perkembangan ku disekolah? Masih menyebut namaku didepan guru-guru itu? Dan masih menanyakan aku pada teman-temanku? Hmm...
Aku yakin kamu gangguan jiwa akut jika masih melakukannya sampai sekarang... Hei ! jangan senyum-senyum seperti itu dong. Aku tidak sedang bercanda, ini serius. Aku tidak habis pikir, kelakuanmu sungguh aneh, bukankah selama ini sikapku cukup menyebalkan padamu. Yaa....aku sengaja melakukannya agar kamu ilfeel dan membenciku. Membuat orang ilfeel padaku adalah salah satu hobiku karena semakin banyak yang ilfeel padaku, semakin sedikit teman-teman yang kujaga. Otomatis pekerjaan ku semakin mudah.
Tapi kenapa perasaanmu tidak berubah juga ya? -________- Kamu membuatku merasa gagal kali ini. Kuakui kamu orang yang keukeuh dan tidak mudah putus asa.
Tapi apa kamu tidak sadar, kita ini sangat berbeda. Perbedaan itu tidak akan menjadi sebuah persamaan. Kita memiliki banyak perbedaan dan aku yakin masalah lebih besar akan tercipta jika terus kamu memaksakan diri.
Aaaarrggghhhh pikiranmu belum sejauh itu? Oh aku paham. Kamu mungkin hanya ingin bersenang-senang sembari menggali sebuah lubang dilema yang suatu saat akan kita masuki. Together. Ensemble. Bersama.
Kamu pikir aku mau? No Way. Aku sudah pernah berada pada situasi seperti itu. Bahkan masuk ke stadium dua, dimana aku dan dia dulu telah berdiri di bibir lubang. Kami bergandengan tangan dan bersiap untuk melompat. Namun sedikit gesekan atas perbedaan membuat salah satu diantara kami, yaitu aku memilih untuk mundur. Mataku sedikit terbuka saat itu, baru berada di bibir lubang kami sudah menciptakan perelisihan karena perbedaan itu. Bagaimana nantinya...? Yang kuperkirakan dari situ,jika kami melompat pasti tidak akan ada yang survive.
Percayalah, Kamu sedang menuju ke tempat yang salah. Kamu berada di tempat yang salah. Dan aku adalah tempat yang salah. Cepatlah pergi dari sini sebelum terlambat. Sebelum kamu kehilangan "tempat-yang-semestinya-kamu-tuju."
Satu pesanku lagi, Jangan bodoh seperti aku ya. Persahabatan itu indah loh. Dengan bersahabat kita masih bisa bersama walaupun Tuhan kita berbeda. Dan jangan sogok teman sekelasku dengan rokok hanya untuk membantumu mengubah presepsiku lagi ya.
Jangan menangis! kamu laki-laki kan. Aku rindu mendengar tawa mu yang renyah tanpa beban. Semoga besok aku bisa mendengar tawamu disekolah... Yang paling penting, semoga kita bisa bertegur sapa mengakhiri 4 bulan yang canggung ini.
Selamat malam,
-Tanya Januari-
Oia, masih memperhatikan nilai dan perkembangan ku disekolah? Masih menyebut namaku didepan guru-guru itu? Dan masih menanyakan aku pada teman-temanku? Hmm...
Aku yakin kamu gangguan jiwa akut jika masih melakukannya sampai sekarang... Hei ! jangan senyum-senyum seperti itu dong. Aku tidak sedang bercanda, ini serius. Aku tidak habis pikir, kelakuanmu sungguh aneh, bukankah selama ini sikapku cukup menyebalkan padamu. Yaa....aku sengaja melakukannya agar kamu ilfeel dan membenciku. Membuat orang ilfeel padaku adalah salah satu hobiku karena semakin banyak yang ilfeel padaku, semakin sedikit teman-teman yang kujaga. Otomatis pekerjaan ku semakin mudah.
Tapi kenapa perasaanmu tidak berubah juga ya? -________- Kamu membuatku merasa gagal kali ini. Kuakui kamu orang yang keukeuh dan tidak mudah putus asa.
Tapi apa kamu tidak sadar, kita ini sangat berbeda. Perbedaan itu tidak akan menjadi sebuah persamaan. Kita memiliki banyak perbedaan dan aku yakin masalah lebih besar akan tercipta jika terus kamu memaksakan diri.
Aaaarrggghhhh pikiranmu belum sejauh itu? Oh aku paham. Kamu mungkin hanya ingin bersenang-senang sembari menggali sebuah lubang dilema yang suatu saat akan kita masuki. Together. Ensemble. Bersama.
Kamu pikir aku mau? No Way. Aku sudah pernah berada pada situasi seperti itu. Bahkan masuk ke stadium dua, dimana aku dan dia dulu telah berdiri di bibir lubang. Kami bergandengan tangan dan bersiap untuk melompat. Namun sedikit gesekan atas perbedaan membuat salah satu diantara kami, yaitu aku memilih untuk mundur. Mataku sedikit terbuka saat itu, baru berada di bibir lubang kami sudah menciptakan perelisihan karena perbedaan itu. Bagaimana nantinya...? Yang kuperkirakan dari situ,jika kami melompat pasti tidak akan ada yang survive.
Percayalah, Kamu sedang menuju ke tempat yang salah. Kamu berada di tempat yang salah. Dan aku adalah tempat yang salah. Cepatlah pergi dari sini sebelum terlambat. Sebelum kamu kehilangan "tempat-yang-semestinya-kamu-tuju."
Satu pesanku lagi, Jangan bodoh seperti aku ya. Persahabatan itu indah loh. Dengan bersahabat kita masih bisa bersama walaupun Tuhan kita berbeda. Dan jangan sogok teman sekelasku dengan rokok hanya untuk membantumu mengubah presepsiku lagi ya.
Jangan menangis! kamu laki-laki kan. Aku rindu mendengar tawa mu yang renyah tanpa beban. Semoga besok aku bisa mendengar tawamu disekolah... Yang paling penting, semoga kita bisa bertegur sapa mengakhiri 4 bulan yang canggung ini.
Selamat malam,
-Tanya Januari-
