Satu per satu, secara perlahan, rasanya itu cara terbaik.
Yah..aku banyak belajar dari kamu, Darl. Aku ingin menghilang dari beberapa
duniaku. Dunia lama telah terkontaminasi oleh tragedi yang memuakkan.
Seperti Boneka Teddy Bear yang masuk ke kubangan lumpur. Yang awalnya lucu dan
menggemaskan, pada akhirnya tidak menarik lagi. Sang pemilik Teddy Bear rasanya
lebih memilih untuk membeli Teddy Bear baru. Jarang sekali ada yang memiliki
pemikiran untuk mencucinya. Yang kotor, biarlah kotor. Toh ada yang bersih…
Dunia rasanya benci banget sama aku. Semua sisi bersatu
membuat rencana penyerangan. Kayaknya aku diciptakan memang untuk hidup
mengendap-ngendap seperti pencuri. Bersembunyi dalam kegelapan, Ketika sesekali
mencoba keluar semuanya menatapku dengan sorotan tajam dan menusuk. Boro-boro
kebebasan, ketenangan saja sepertinya tidak pernah disuguhkan Tuhan padaku.
Apa kamu pernah berada di posisiku seperti ini? Kurasa
pernah, ya. Waktu itu :) walaupun tidak 100% sama persis denganku. Lalu,
bagaimana kamu menjalaninya? Aku sedikit tahu darl, kamu selalu tenang saat
menghadapi masalah. Tidak seperti aku yang selalu panik dan menyikapinya dengan
emosi yang meledak-ledak. Aku ingin tahu, selama ini kamu lari kemana ketika
berbagai persoalan menyerangmu. Aku sering lari, bukan berarti aku takut dan
lari dari kenyataan. Hanya saja, aku tidak ingin ambil pusing dan menghabiskan
tenaga untuk menghadapinya. Percuma…
Begitu banyak makhluk keras kepala yang sulit untuk kubuka
jalan pikirannya. Contohnya kamu, hahaha. Semakin lama manusia semakin aneh dan tidak masuk akal. Aku juga merasa
telah menjadi aneh karenanya.
Sudah berkali-kali aku mencari pelarian dan teman untuk
berlari. Namun aku selalu tertangkap.
Bisakah kamu
memberitahuku dimana tempat yang aman untuk berlari dan bersembunyi ?
Eh, darl. Ngomong-ngomong sudah lama kita tidak punya hiburan nih. Aku
ada ide, gimana kalo kita lomba? :D
Lomba saling meninggalkan. Siapa yang lebih dulu
meninggalkan, siapa yang langkah kakinya lebih jauh, dia yang akan menjadi
pemenangnya.
*Dan sebagai hadiahnya, Sang pemenang akan dilupakan dan
dihapus dari memori si pecundang yang kalah. Pemenang tidak perlu repot-repot melupakan lagi, karena ia lah yang akan terlupakan dengan mudah. Intinya, serahkan semua beban kepada yang kalah ;)
Bagaimana, Tertarik ?
Sang penantang dalam sebuah lubang kecil,
Pohon Singkong