Kuberdiri mempimpin kobaran api dibelakangku
Mengendalikan api dengan tanganku semudah yang iblis lakukan
Membakar jalanan yang kulewati dalam sekejap
Membakar segala yang kupandang dengan satu kedipan mata
Semua terbakar kecuali kamu dan dia
Sengaja kusisihkan karena urusan kita belum selesai
Sekarang kita bertiga disaksikan api yang mengelilingi
Kalian berdua takut lantas berlutut memohon maaf
Memohon maaf karena takut, bukan merasa bersalah
Apa? Aku tidak dapat mendengar apa yang kalian katakan!
Kedua telingaku ditutupi tangan iblis
Kalian terlalu hina untuk dimaafkan
Kubakar dia dengan kobaran api terbesarku
Sebesar kemarahanku atas kejalangannya
Kamu terlalu takut melihat api itu, padahal kamu suka bermain api
Baiklah kulenyapkan api ku untuk menenangkanmu sejenak
Dan izinkan aku mendekatimu langkah demi langkah
Merengkuhmu dengan kasih sayang yang terkhianati
Mengecup dan meraba pipimu dengan lembut
Lalu....Membakarmu dengan keji....
Cemburuku akhirnya terbayarkan
Aku kembali menjadi gadis kecil tanpa dosa
Yang tertidur pulas akibat terlalu banyak bermain
Semoga esok kamu dihidupkan kembali,
Dalam wujud anak laki-laki seumuranku
Agar kita bisa bermain lagi, nanti
Regards,
PohonSingkong
Mengendalikan api dengan tanganku semudah yang iblis lakukan
Membakar jalanan yang kulewati dalam sekejap
Membakar segala yang kupandang dengan satu kedipan mata
Semua terbakar kecuali kamu dan dia
Sengaja kusisihkan karena urusan kita belum selesai
Sekarang kita bertiga disaksikan api yang mengelilingi
Kalian berdua takut lantas berlutut memohon maaf
Memohon maaf karena takut, bukan merasa bersalah
Apa? Aku tidak dapat mendengar apa yang kalian katakan!
Kedua telingaku ditutupi tangan iblis
Kalian terlalu hina untuk dimaafkan
Kubakar dia dengan kobaran api terbesarku
Sebesar kemarahanku atas kejalangannya
Kamu terlalu takut melihat api itu, padahal kamu suka bermain api
Baiklah kulenyapkan api ku untuk menenangkanmu sejenak
Dan izinkan aku mendekatimu langkah demi langkah
Merengkuhmu dengan kasih sayang yang terkhianati
Mengecup dan meraba pipimu dengan lembut
Lalu....Membakarmu dengan keji....
Cemburuku akhirnya terbayarkan
Aku kembali menjadi gadis kecil tanpa dosa
Yang tertidur pulas akibat terlalu banyak bermain
Semoga esok kamu dihidupkan kembali,
Dalam wujud anak laki-laki seumuranku
Agar kita bisa bermain lagi, nanti
Regards,
PohonSingkong
