Ketika Aku Cemburu

Kuberdiri mempimpin kobaran api dibelakangku
Mengendalikan api dengan tanganku semudah yang iblis lakukan
Membakar jalanan yang kulewati dalam sekejap
Membakar segala yang kupandang dengan satu kedipan mata
Semua terbakar kecuali kamu dan dia
Sengaja kusisihkan karena urusan kita belum selesai
Sekarang kita bertiga disaksikan api yang mengelilingi

Kalian berdua takut lantas berlutut memohon maaf
Memohon maaf karena takut, bukan merasa bersalah
Apa? Aku tidak dapat mendengar apa yang kalian katakan!
Kedua telingaku ditutupi tangan iblis

Kalian terlalu hina untuk dimaafkan
Kubakar dia dengan kobaran api terbesarku
Sebesar kemarahanku atas kejalangannya

Kamu terlalu takut melihat api itu, padahal kamu suka bermain api
Baiklah kulenyapkan api ku untuk menenangkanmu sejenak
Dan izinkan aku mendekatimu langkah demi langkah
Merengkuhmu dengan kasih sayang yang terkhianati
Mengecup dan meraba pipimu dengan lembut

Lalu....Membakarmu dengan keji....













Cemburuku akhirnya terbayarkan
Aku kembali menjadi gadis kecil tanpa dosa
Yang tertidur pulas akibat terlalu banyak bermain
Semoga esok kamu dihidupkan kembali,
Dalam wujud anak laki-laki seumuranku
Agar kita bisa bermain lagi, nanti


Regards,

PohonSingkong

This entry was posted on Minggu, 03 Maret 2013 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Blogroll

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Popular Posts

Search This Blog