Dari dulu, aku tidak suka menerka-nerka apa yang akan terjadi. Itu sangat melelahkan. Tapi perasaan ini selalu memberi pandangan-pandangan negative nya. Agar jiwaku tenang, pikiran selalu menyuguhkan beberapa pandangan positive nya agar semuanya menjadi netral dan balance.
Kamu orang kesekian yang mencubit rasa ingin tahuku, Kesha. Sayangnya lagi-lagi keingintahuan tanpa pertanyaan secara langsung itu sangat sulit untuk kutebak. Kembali lagi ke permasalahan awal. Aku diserang oleh pandangan negativeku tentangmu. Dan aku mengatur sedemikian rupa beberapa alasan positive agar jiwaku tenang.
Aku tidak mengacuhkanmu. Sungguh. Aku menunggu..menunggu..terus menunggu..memberimu waktu sampai kamu selesai dengan semua urusanmu. Aku hanya tidak ingin membebanimu, meskipun kamu telah membenani pikiranku. Pikiran positive ku mengatakan bahwa kamu sedang sibuk dan menyarankanku untuk mengerti. Seakan tidak mau kalah, Perasaan negative ku juga angkat bicara. Dia bilang kamu itu pengkhianat dan pemberi harapan palsu.
Jika kamu membaca dua majalah dengan isi ramalan zodiak yang saling bertolak belakang manakah yang kamu percaya?
Pasti kamu lebih mempercayai isi ramalan yang bagus-bagus kan?
Begitupun aku. Tidak ada seorangpun yang mau berpihak kepada hal-hal yang buruk untuk diri sendiri. Pikiran positive ku yang kalah selalu kubuat menang. Menang atas paksaan. Meskipun pada kenyataan akhirnya... Buruk.
Semua pikiran positive ku ambruk saat aku tahu kamu menetapkan pilihan pada lelaki itu. Aku yang lebih dulu mengenalmu, menunggumu hingga kesibukanmu usai lalu tiba-tiba kamu sudah berdampingan dengan dia. Apa yang sebenarnya terjadi selama ini ?
Inikah kesibukanmu yang aku maklumi? Kesibukanmu mencari lelaki lain. Ini lucu, Kesha.
Kamu menciptakan bom waktu, dan dalam penglihatanku Bom itu adalah Kembang api di malam tahun baru yang akan meledak membentuk pola-pola yang indah pada jam 12 malam.
Lalu aku menunggu hingga jam 12 malam, Bom itu meledak dan......ah! berbeda dengan perkiraanku. Hahahaha. Kesha, kamu sungguh lucu.
Kesha, agar aku tidak kecewa dan kamu bisa melanjutkan hidup bagaimana menurutmu jika aku akan tetap berimajinasi bahwa bom ini adalah kembang api?
Paling tidak kan aku masih bisa menikmati cahaya terangnya meski tanpa pola dan warna yang indah.
Atau aku juga bisa menikmati dentuman suaranya meski dengan mata terpejam. Deal?
