Pengakuan Dosa #2 : Surat Untuk Seseorang yang disebut Mantan

Hai, apa kabar?
Sudah setahun lebih kita tidak pernah bertemu. Setahun lebih kita tidak pernah bertegur sapa. Namun ingatan tentangmu masih begitu lekat dalam milyaran sel-sel otakku.
Hari ini, ketika aku tulis surat ini aku benar-benar sadar bahwa kamu adalah mantan yang paling baik. Aku benar-benar salah mengira. Aku me-nye-sal karena telah melepaskanmu. Bahkan kamu sempat tidak ingin dilepaskan.
Aku merindukan emosimu yang sulit dikontrol, Ke cerewet-anmu yang sempat membuatku gusar, kecemburuanmu yang berlebihan, perhatianmu dan rasa ingin tahumu yang tinggi tentang aku. Kamu pernah mengetikkan namaku di google dan menemukan beberapa situs jejaring sosialku lalu mengcopy potoku. Bagiku itu sangat bodoh dan konyol saat itu.
Kemarahanmu yang kubenci darimu menjadi hal yang paling kurindukan ketika tidak ada seorangpun yang memarahiku, sekarang. Kamu sangat mudah marah, namun mudah untuk memaafkan. Bahkan kamu yang lebih dulu meminta maaf.
Aku menyadari ini semua setelah melalui beberapa badai. Aku sadar, kamulah yang terbaik. Kamu boleh menghinaku, mengejekku atau merendahkanku atas penyesalanku ini. Kamu sungguh berhak karena kamu menang aku yang kalah.
Setahun belakangan ini, aku selalu mencari orang yang lebih baik darimu. Yang bisa mengerti aku dan juga seiman tentunya. Namun hasilnya nihil. Kamulah satu-satunya orang yang ternyata bisa menjagaku dengan baik. Kamulah satu-satunya orang yang ternyata bisa memperlakukan seorang perempuan dengan baik. Anak manja yang sangat menyayangi ibunya, ternyata adalah seorang laki-laki dewasa yang bertanggung jawab.

Kamu yang terbaik, dalam sebuah perbedaan, dalam sebuah keterbatasan.

Dulu kamu pernah bertanya padaku, sesaat sebelum kita saling menjauh,"kira-kira suatu saat nanti kita bisa kembali?" 
Pertanyaan yang dulunya kurasa tidak penting dan sekarang menjadi penting buatku. Hahaha....aku terlalu bermimpi. Mungkin kamu sudah melupakan pertanyaan ini. Dan melupakan aku.

Oke cukup, ini adalah sebuah kesalahan besar jika aku terus memikirkanmu. Satu-satunya cara untuk mengatasi ini semua adalah berusaha menjauhkan diri dari orang lain yang suka melukaiku. Karena pada saat itulah aku selalu disalahkan oleh keadaan yang senantiasa membelamu.

Tolong maafkan segala dosaku ke kamu, S.O.S. Kuharap kamu bisa menemukan orang lain yang pantas dan bisa diatur. Tidak seperti aku :)


This entry was posted on Minggu, 19 Mei 2013 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Blogroll

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Popular Posts

Search This Blog