Rasionalism





 
Pandangan seketika kosong, begitupun pikiran
Hening merasuk dalam angan-angan
Menyebrangi garis waktu
Dimana saat terakhir bertatap muka
Mundur teratur sambil melempar senyum

Penolakan memiliki alasan yang patut dihormati. Dan tidak melulu alasan itu tentang sebuah kekurangan baik fisik atau psikis dari yang mengalami penolakan. Jika penolakan itu tidak memiliki sebab ?

Hmmm…Pernah dengar Karma ?
Jika belum, coba kenali dan ajaklah dia minum secangkir teh sambil berkaca padanya. Barangkali dia menyimpan memori yang merekam tiap perbuatan dikehidupan lalu. Mungkin kamu bisa meminjamnya.

Tapi karma memiliki dua kemungkinan :
Ia melakukan aktivitasnya untuk mengakhiri karma mu,
Atau ia sedang memulai sebuah karma untuk dia,

Tidakkah menyenangkan, jika karma itu berwujud seperti kemungkinan kedua? Saat itulah kamu bisa duduk manis menghabiskan sisa teh manis yang baru saja diseruput oleh Karma, sambil menyaksikan sebuah pertunjukkan teatrikal yang disutradarai oleh Karma, di produseri oleh Tuhan.


This entry was posted on Kamis, 21 Februari 2013 and is filed under ,. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

One Response to “Rasionalism”

  1. say, komennya di pop out biar bisa enak denger lagunya tanpa kepotong2 hihihi

    tonight... we are youuuungggg

    karma itu ada, I agree

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Blogroll

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Popular Posts

Search This Blog