Bagaimana Perasaanmu?



Bagaimana rasanya? Tenang? Atau sebaliknya?
Aku selalu terbuka untukmu meskipun hati tertutup. Senyum ini tetap terukir untukmu meskipun palsu.

Aku bukan pembaca pikiran yang mahir dan memang tidak ingin mengetahui isi kepalamu sama sekali.  

Apa yang aku inginkan?
Membuatmu dihantui oleh sebuah kesalahan dan menghakimimu sampai aku bosan.

 

This entry was posted on Senin, 20 Mei 2013 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

Blogroll

Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Popular Posts

Search This Blog